Pelajar Tabrak Polwan saat Operasi Patuh Semeru 2026 di Lumajang, Korban Maafkan dan Pilih Jalur Kekeluargaan
Table of Contents
Lumajang, jurnal asia-
Insiden pelajar tabrak polisi wanita (polwan) saat Operasi Patuh Semeru 2026 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berakhir damai.
Aiptu Rima Mayangga Rivasari, anggota Sat Lantas Polres Lumajang yang jadi korban tabrakan, telah memaafkan pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang menabraknya.
Rima mengatakan, dia secara tulus memilih jalur kekeluargaan daripada menempuh jalur hukum formal.
Menurut Rima, saat kejadian pelajar tersebut kaget melihat keberadaan petugas yang melangsungkan Operasi Patuh Semeru, sehingga kehilangan kendali atas motornya.
"Saya memahami tindakan pengendara tersebut murni dipicu rasa kaget dan panik ketika melihat petugas, bukan ada niat sengaja untuk menabrak. Oleh karena itu, saya pribadi bersedia memaafkan dengan syarat dia hadir bersama orangtuanya," kata Rima kepada Kompas.com, Rabu (28/10/2026).
Pantauan Kompas.com, pelajar tersebut langsung bersujud di hadapan orangtuanya saat dijemput. Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Eko Budi Laksono, mengatakan bahwa Kepolisian memahami situasi psikologis yang dialami pengendara di lapangan saat insiden terjadi.
"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pengendara mengalami reaksi panik spontan saat mendapati keberadaan petugas di jalur lalu lintas. Kepanikan di usia remaja kerap memicu tindakan spontan yang kurang terhitung, hingga akhirnya kendaraan hilang kendali dan mengenai anggota kami yang sedang mengatur jalan," ujar Eko.
"Kapolres Lumajang memberi arahan agar penanganan terhadap anak di bawah umur atau pelajar diprioritaskan pada langkah pembinaan moral dan edukasi kesadaran berkendara," katanya. Meski begitu, sepeda motor pelajar tersebut masih ditahan sebagai barang bukti sanksi tilang yang dikenakan.
"Sepeda motor yang tidak memenuhi standar teknis tetap kami amankan sebagai barang bukti penindakan aturan lalu lintas, namun pengendaranya kami bina agar memahami risiko dari kepanikan di jalan raya," pungkasnya.
Sumber: surabaya.kompas.com

Posting Komentar